|
MENGAPA HARUS SEAL YG ASLI ATAU ORISINIL? 
Seal atau Gasket kits berguna sebagai penahan tekanan oli yang bergerak secara rotasi dan terus-menerus dengan tingkat tekanan yang sangat tinggi. Oleh karena tekanan yang dihasilkan dari dorongan tersebut sangat tinggi maka harus ada komponen penahan yang kuat namun elastis, yaitu Seal atau Gasket. Seal Power Steering didesain dengan bahan yang tahan terhadap tekanan tinggi, panas, serta bersifat elastis. Bahan tersebut biasanya terbuat dari bahan karet komposit dengan beberapa lapisan teflon anti panas, sehingga seal Power Steering bisa tahan pada temperatur tertentu. Bahan yang terbaik untuk seal Power Steering saat ini adalah bahan Vitton, dimana bahan ini sudah mengalami uji coba untuk keperluan mekanisme hidrolis industri dan teruji sebagai bahan yang paling baik diantara semua jenis bahan karet untuk Seal/Gasket. Jadi seal yang digunakan untuk Power Steering haruslah Orisinil, karena bahan yang digunakan untuk seal orisinil adalah bahan Vitton kualitas tinggi dengan lapisan teflon anti panas. Berbeda dengan seal imitasi, dimana bahan yang dipakai adalah karet lateks biasa dengan nilai kompositnya tidak melebihi 50% dengan lapisan teflon kualitas rendah. Untuk itu sebaiknya setiap penggunaan seal Power Steering harus yang orisinil guna menjaga keawetan dan kelangsungan kerja Power Steering tersebut supaya bisa lebih tahan lama. |
|
|
MENGENAL ELECTRIC POWER STEERING
Jenis Electric Power Steering (EPS) Full Electric Pada full electric, motor elektrik bekerja langsung dalam membantu gerakan kemudi. Letaknya menempel pada batang kemudi/rack steer dan gearbox steer. Contoh mobil yang menggunakan jenis EPS ini seperti Toyota Vios, Toyota Yaris, Suzuki Karimun, Toyota Crown, Suzuki Swift, Honda Jazz. Semi Electric Pada semi electric, putaran motor elektrik hanya dimanfaatkan untuk mendorong hidraulis. Fungsi ini sebagai pengganti power steering pump yang menempel di mesin dan diputar oleh sabuk vanbelt. Letaknya tidak menempel pada mesin tetapi masih mengandalkan minyak untuk meringankan gerak setir dan menggunakan selang tekan & selang balik dari minyak. Contoh mobil yang menggunakan jenis EPS ini adalah Mercedes Benz A-Class, Chevrolet Zafira. |
|
Read more...
|
|
|
TALI KIPAS (VANBELT)  Pada beberapa mobil, pabrikan memang telah mendesain hanya terdapat satu tali kipas (vanbelt) --yang panjang dan relatif cukup lebar-- untuk menyatukan sejumlah fungsi komponen gerak berputar. Komponen berputar yang disatukan umumnya berupa pompa power steering, dinamo amper, kompresor AC dan beberapa puley perantara.
Tali kipas jenis ini biasanya lebih kuat dan di bagian dalamnya terbuat beralur. Maka mobil yang telah dirancang demikian tak lagi mengeluarkan bunyi berdenyit bila vanbelt mengalami sedikit cidera atau kala perlu penggantian.
Walaupun sistem ini sangat praktis, bila semisal satu komponen berputar mengalami kerusakan, mesin mobil terpaksa juga tak dapat difungsikan sebelum dilakukan perbaikan pada komponen rusak tersebut. Ini karena putaran disatukan dalam satu tali kipas itu.
Lain dengan sistem konvensional yang sedikitnya terdapat tiga tali kipas sekaligus. Satu untuk mengaitkan putaran dinamo amper dengan poros tengah kipas, lainnya memutar kompresor dan terakhir mengulirkan pompa power steering. Ketiganya menyatu pada puley besar sehingga komponen bergerak bersamaan.
|
|
Read more...
|
|
|
MENGURAS OLIE POWER STEERING  Kapan Sebaiknya menguras olie Power Steering? Olie Power Steering lebih baik dikuras setelah 25.000 km. Menguras atau flushing olie berarti menjaga kualitasnya. Karena selama dipakai pasti ada kotoran yang bisa mengendap di saluran Power Steering. Kalau dibiarkan terus, akan mengurangi kemampuan kerjanya. Seiring pemakaian, kondisinya pasti kotor. Meskipun tidak ada kebocoran, di dalam piranti power steering bisa terjadi keausan. Misalnya, karet seal dan selang yang tergerus, juga geram logam saat sistem bekerja. Lama-lama, oli menjadi keruh. Sehingga kotoran tersebar ke seluruh penjuru sistem kemudi. Efeknya, penumpukan kotoran pun bisa menyumbat saluran-saluran yang ada.  Bolehkah memakai ATF untuk menambah cairan Power Steering? Banyak pendapat beredar aditif DEXTRON pada ATF (Automatic Transmission Fluid) bisa merusak karet pada sistem Power Steering. Hal ini tidak benar, karena pada transmisi otomatis pun banyak terdapat sil karet. Aditif DEXTRON tepatnya berfungsi memperkecil tingkat penguapan. Semua ATF boleh dipakai sebagai cairan Power Steering. Malah sebenarnya ada cairan Power Steering yang tida bisa dipakai sebagai ATF. Perhatikan saja pada kemasannya |
|
|
TIPS PERAWATAN POWER STEERING 1. Posisi Roda Saat Parkir Pada waktu parkir usahakan roda lurus, karena akan mempengaruhi terhadap jenis Power Steering Rack Pinion (kebanyakan tipe sedan dan Kijang) yang sering terjadi kebocoran. Prosesnya, jika roda tidak lurus anak pelindung As Rack Steer (Bootsteer) satu bagian akan mengembang dan satu bagian lagi akan merapat. Selanjutnya akan terjadi perubahan suhu dari kendaraan/mesin setelah digunakan, secara tidak langsung perubahan suhu ini berpengaruh terhadap Bootsteer. Jika hal ini dilakukan berulang kali maka Bootsteer akan cepat robek/alot sehingga air/kotoran debu dapat masuk ke dalamnya sehingga As Rack Steer dan Seal/Gasket hidroliknya akan cepat rusak/aus. 
2. Cek oli Power Steering Jika sudah berubah warna segera ganti dengan oli yang baru. Perubahan warna ini terjadi karena adanya perubahan suhu oli PS. Suhu yang tinggi disebabkan adanya tekanan yang tinggi dari pompa oli. Ditambah adanya pengikisan dari Selang (Hose) yang menghubungkan Pompa dengan sistem hidrolik PS. Kalau hal ini dibiarkan maka akan merusak Seal bagian dalam Pompa oli dan sistem PS juga akan cepat rusak. Disarankan untuk penggantian olie P/S sebaiknya 1 tahun sekali bila tidak ada keluhan lainnya. 
3. Saat berbelok atau menikung Jika pada saat berbelok/menikung diusahakan jangan menahan kemudi dalam posisi terlalu mentok atau patah terlalu lama. Karena ditakutkan akan memberikan efek dorongan yang cukup kuat serta suhu yang tinggi pada satu bagian sisi Rack Pinion Steer, sehingga daya tahan Seal/Gasket yang ada tidak kuat juga dan menyebabkan kebocoran atau jebolnya Seal/Gasket. 
4. Onderstel (Kaki-kaki kendaraan) Pada bagian ini juga memegang peranan penting dalam sistem kemudi PS. Antara Balljoint roda, Tie rod dan Long Tie rod bekerja berkesinambungan dengan sistem PS. Karena Rack Pinion/Worm Steer bekerja bergerak yang kemudian diteruskan gayanya oleh Tie rod atau Balljoint tadi. Sehingga apabila komponen onderstel tersebut bermasalah, kemungkinan besar juga sistem kemudi Power Steeringnya juga akan mengalami masalah. Selain itu yang harus diperhatikan lainnya adalah Onderstel(kaki2) jangan sampai kaku atau berat karena dapat menyebabkan kemudi juga akan terasa berat.  |
|
|